SAMPANG,-TERKINI69NEWS.ID,-Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg dari sekitar Rp25.000 menjadi Rp30.000 per tabung di wilayah Madura, Jawa Timur, dinilai sangat memberatkan masyarakat kecil.
LPG 3 kg yang dikenal sebagai “gas melon” merupakan kebutuhan pokok bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Kenaikan harga ini berdampak langsung terhadap biaya hidup dan operasional usaha kecil, seperti warung makan dan pedagang kaki lima.(11/4/26).
Seperti disampaikan salah satu warga, Yati, kenaikan sebesar Rp5.000 per tabung memang terlihat kecil, namun sangat terasa bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam satu bulan, kebutuhan LPG bisa mencapai beberapa tabung, sehingga pengeluaran pun meningkat signifikan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan penyesuaian kebijakan agar harga tetap terjangkau.
Selain itu, pemerintah pusat juga diminta untuk mengevaluasi kebijakan harga LPG bersubsidi agar tidak semakin membebani rakyat kecil.
“Harapan kami, harga LPG bisa kembali diturunkan agar masyarakat kecil tetap bisa bertahan dan menjalankan usaha,” ujarnya.
(Red)
