SURABAYA,-TERKINI69NEWS.ID,-Rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar PPI Morokrembangan, Surabaya, menuai kritik dari sejumlah pihak. Kebijakan tersebut dinilai belum berpihak kepada pedagang kecil dan belum menghadirkan solusi yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satu kritik datang dari Slamet alias “Baong”, yang dikenal sebagai aktivis 98. Ia menilai langkah pemindahan lapak PKL yang direncanakan tidak memberikan kepastian dan berpotensi merugikan para pedagang.
Menurut Baong, pihak kelurahan dan kecamatan seharusnya mengedepankan pendekatan penataan yang terukur, bukan langkah yang dinilai terlalu memaksakan tanpa adanya solusi yang konstruktif.
“Pemerintah seharusnya hadir untuk menata dan memberikan ruang usaha yang layak, bukan membuat pedagang kehilangan sumber penghasilan,” ujarnya kepada media, Rabu (17/6/2026).
Ia juga meminta agar proses relokasi atau penertiban mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang menurutnya masih belum sepenuhnya stabil.
Baong berpendapat bahwa apabila relokasi tetap dilakukan, pemerintah perlu menyiapkan skema yang jelas, mulai dari lokasi pengganti, akses pembeli, hingga jaminan keberlangsungan usaha para pedagang.
Selain itu, ia menilai penggunaan anggaran daerah sebaiknya diarahkan pada program yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
“Saya berharap penataan dilakukan secara matang dan memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan pedagang, bukan justru menurunkan penghasilan mereka,” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini di turunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun kecamatan terkait tanggapan atas kritik tersebut.
(Nurdina/Siti)

