SURABAYA,-TERKINI69NEWS.ID,-Pengurus dan anggota Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) menggelar kegiatan arisan sekaligus pertemuan rutin dua minggu sekali sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi dan memperkuat konsolidasi organisasi.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota AMP, perwakilan DPC AMP Sidoarjo, dan komunitas pengemudi ojek online (ojol) juga turut serta hadir. Pertemuan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk bertukar informasi serta menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah persoalan yang dihadapi para pengemudi ojol di lapangan. Sejumlah persoalan disampaikan, mulai dari keselamatan berkendara, penanganan ketika terjadi kecelakaan, hingga kebutuhan terhadap jaminan kesehatan.
Perwakilan komunitas ojol menyampaikan sejumlah keluhan dan harapan agar terdapat perhatian serta pendampingan terhadap persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Umum AMP, H. Holis menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami siap melakukan pendampingan kepada masyarakat yang sedang membutuhkannya, khususnya para ojol, karena organisasi ini sudah biasa bergerak di sektor sosial,” ujar H. Holis, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, AMP berupaya menjadi wadah yang dapat menampung serta menyuarakan berbagai kepentingan masyarakat, khususnya ketika terdapat persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan komunikasi dengan pihak terkait.
Senada dengan hal tersebut, Penasehat AMP, Indah Sutoko turut memberikan tanggapan setelah penyampaian Ketua Umum AMP. Ia mengatakan bahwa AMP memiliki jaringan komunikasi dengan sejumlah instansi pemerintahan maupun institusi kepolisian yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan di lapangan.
“Alhamdulillah AMP ini sebagian dari kami sudah memiliki koneksi di berbagai instansi pemerintahan maupun institusi kepolisian, jadi kita akan hadir kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pendampingan ketika ada persoalan di lapangan,” ujarnya.
Indah menegaskan bahwa keberadaan jaringan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi AMP dalam menjalankan peran sosialnya, terutama ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dan akses komunikasi dengan pihak terkait.
Sementara itu, Sekretaris AMP, Basri mengatakan, pihaknya telah merencanakan langkah lanjutan dengan melakukan komunikasi dan audiensi bersama sejumlah instansi pemerintah.
“Insya allah dalam waktu dekat, kami akan beraudiensi dengan Disnaker Jawa Timur, Dinas Kesehatan, dan dinas-dinas terkait lainnya di seluruh Jawa Timur,” ungkap Basri.
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AMP untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung kepada instansi yang memiliki kewenangan, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.
Pertemuan rutin AMP tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi bagi pengurus dan anggota untuk memperkuat komunikasi internal. Kehadiran perwakilan DPC Sidoarjo dan komunitas ojol juga memperluas ruang dialog antara organisasi dan masyarakat.
Melalui kegiatan rutin serta rencana audiensi dengan instansi terkait, AMP menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi sosial dan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam menangani berbagai persoalan sosial.
(Aslam)
