Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelet Kandung: Upacara Tradisional Penyiraman bagi Perempuan Hamil di Dusun Sorak Beringin, Madura

Sabtu, 27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T05:50:00Z

SAMPANG,-TERKINI69NEWS.ID,-Memiliki keturunan atau anak merupakan salah satu impian besar bagi setiap pasangan suami istri. Kehadiran anak di tengah keluarga dipandang sebagai anugerah dari Allah SWT yang membawa kebahagiaan, tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga keluarga besar dan kerabat.



Sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan, masyarakat Madura mengenal tradisi Pelet Kandung atau Pelet Betteng. Tradisi ini merupakan salah satu upacara adat yang masih dilestarikan hingga saat ini.



Pelet kandung umumnya dilaksanakan ketika usia kehamilan memasuki empat atau tujuh bulan. Tradisi ini menjadi bentuk doa dan harapan agar ibu serta calon bayi diberikan keselamatan hingga proses persalinan.




Keunikan dari tradisi ini adalah pelaksanaannya yang biasanya lebih meriah saat seorang perempuan menjalani kehamilan pertama. 


Sementara pada kehamilan kedua dan seterusnya, upacara tetap dapat dilaksanakan, namun umumnya berlangsung lebih sederhana.



“Macam-macam pelaksanaannya, tetapi pelet kandung pada umumnya dilakukan saat usia kehamilan tujuh bulan. Meski demikian, ada juga yang melaksanakannya saat usia kandungan empat bulan karena dalam keyakinan Islam terdapat pemahaman tentang peniupan roh kepada janin pada usia tersebut,” ujar sesepuh dan tokoh agama setempat, K.H. Kurdi, di Dusun Sorak Beringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Sabtu (28/6/2026).



Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pelet kandung pada usia empat maupun tujuh bulan tidak menjadi persoalan karena hakikat tradisi tersebut adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta permohonan keselamatan bagi ibu dan calon bayi selama masa kehamilan hingga melahirkan.



Tradisi pelet kandung hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Madura, sekaligus mempererat hubungan keluarga dan lingkungan sekitar melalui doa bersama.



(Ridoi – Kabiro Sampang)
×
Berita Terbaru Update