SURABAYA,-TERKINI69NEWS.ID,-Sejumlah warga menyoroti keberadaan sebuah bangunan tempat usaha (warung kopi) yang berada di sekitar wilayah Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran. Dan informasi oleh warga setempat,setiap RT mendapatkan uang 2 JT.
Menurut informasi yang beredar di masyarakat, bangunan tersebut diduga berdiri di atas lahan aset milik Pemerintah Kota dan disebut telah mengalami perubahan dari bangunan semi permanen menjadi bangunan permanen menggunakan bata ringan dan semen. Kelurahan Sidotopo wetan pindah posisi menjadi jualan tanah aset.
Warga juga mempertanyakan informasi yang beredar terkait dugaan adanya proses jual beli atas bangunan tersebut. Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.(22/6/26).
Saat upaya konfirmasi dilakukan kepada pihak kelurahan, menurut keterangan yang disampaikan, belum diperoleh tanggapan atau penjelasan resmi. Saat diinformasi terkait masalah tanah aset pak Lurah nggak mau ngangkat telepon dari wartawan.
Selain itu, muncul pula keluhan masyarakat terkait penyaluran bantuan sembako. Beberapa warga mengaku terdapat perbedaan jumlah bantuan yang diterima dari waktu ke waktu.
Menurut keterangan warga:
Pada pembagian sebelumnya ada yang menerima 2 karung beras dan 4 liter minyak goreng.
Pada pembagian terakhir disebut hanya menerima 1 karung beras dan 2 liter minyak goreng.
Ada pula warga yang mengaku hanya menerima 10 kilogram beras tanpa minyak goreng.
Perbedaan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme pendataan penerima, jumlah bantuan yang disalurkan, serta pemerataan distribusi.
Warga berharap pihak kelurahan maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
(Red)
