SAMPANG,-TERKINI69NEWS.ID,-Proyek pembangunan infrastruktur pertanian berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp195 juta di Desa Kapasan Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, hingga kini masih menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang diharapkan dapat meningkatkan sistem pengairan bagi petani tersebut dinilai belum memberikan kepastian penyelesaian atas berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Sejumlah warga mengeluhkan material proyek yang masih berserakan di sekitar lokasi pekerjaan. Kondisi tersebut disebut mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari dan berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.(15/8/26).
Menurut warga, hingga saat ini belum terlihat langkah yang dianggap memberikan kepastian dari pihak Pemerintah Kabupaten Sampang terkait penanganan persoalan proyek tersebut. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk menertibkan material yang dinilai mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Selain persoalan proyek, perhatian masyarakat juga tertuju pada seorang anggota DPRD Kabupaten Sampang dari Partai NasDem, Juheri, yang disebut-sebut diduga melontarkan ucapan dengan nada tinggi kepada seorang wartawan dan dinilai kurang menghormati tokoh masyarakat setempat. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Juheri terkait tudingan tersebut.
Warga meminta agar Pemerintah Kabupaten Sampang, termasuk Inspektorat Kabupaten Sampang, segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur pertanian tersebut. Mereka juga berharap adanya penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan persoalan yang telah berlangsung cukup lama.
Masyarakat menegaskan bahwa setiap pejabat maupun wakil rakyat diharapkan memberikan pelayanan yang baik, bersikap santun, serta mengedepankan komunikasi yang terbuka dengan warga demi menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
(Korlap Sampang)
