Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Paving di Kedung Cowek Timur Gang Sekolahan Asal Jadi, APBD Dengan Nilai Rp 325.126.980

Sabtu, 22 November 2025 | November 22, 2025 WIB Last Updated 2025-11-22T11:10:25Z






Surabaya–Pengerjaan proyek pembangunan jalan paving dan saluran di wilayah Jalan Kedung Cowek Timur, Gang Sekolahan RW 1, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, kembali memicu pertanyaan publik. Proyek yang dibiayai APBD dengan nilai Rp 325.126.980 itu diduga tidak memenuhi standar pekerjaan konstruksi dan didapati berlangsung tanpa pengawasan memadai.




Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pemasangan box culvert dilakukan secara langsung usai penggalian dengan alat berat, tanpa disiapkan lapisan sirtu sebagai pondasi dasar, yang seharusnya menjadi syarat teknis penting untuk menjaga kualitas dan ketahanan konstruksi. Selain itu, tanah galian justru digunakan kembali untuk menimbun di sela-sela box culvert tanpa proses pemadatan standar.




Kondisi lokasi pekerjaan juga tampak tergenang air. Namun, tidak ditemukan adanya upaya dewatering untuk memastikan area kerja dalam kondisi stabil dan aman sebelum pemasangan konstruksi dilakukan. Situasi ini berpotensi menyebabkan penurunan kualitas dan umur pakai saluran.




Sisi keterbukaan informasi publik juga menjadi sorotan. Di papan proyek yang dipasang di lokasi, tidak dicantumkan nilai anggaran, padahal hal tersebut wajib ditampilkan sebagai bentuk transparansi sesuai ketentuan. Ketiadaan informasi ini menimbulkan dugaan bahwa proyek sengaja dibuat tidak sepenuhnya terbuka terhadap publik.pada hari Sabtu tanggal.(22/11/25). sore 








Minimnya pengawasan teknis turut memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian prosedur. Tidak tampak petugas pengawas lapangan dari kelurahan maupun LPMK yang seharusnya memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi.




Hingga berita ini diterbitkan, pihak  kecamatan Bulak, kelurahan Kedung Cowek, dan pihak pokmas pelaksana belum memberikan keterangan meski sudah dimintai tanggapan oleh awak media.



Media akan terus menelusuri perkembangan proyek ini untuk memastikan apakah pengerjaannya mengikuti standar teknis dan regulasi serta apakah terdapat potensi kerugian negara akibat dugaan ketidaksesuaian tersebut.






(Tim)
×
Berita Terbaru Update