SAMPANG,–Pembangunan jalan rabat beton sebagai akses penghubung di pedesaan kini menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat desa. Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penunjang aktivitas sehari-hari, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga, khususnya para petani, dalam mengangkut hasil pertanian dengan biaya transportasi yang lebih ringan dan efisien.
Mengingat pentingnya akses jalan bagi masyarakat desa, kualitas pembangunan seharusnya menjadi perhatian utama agar jalan yang dibangun benar-benar kuat dan mampu bertahan dalam jangka waktu lama.(17/2/26).
Namun, kenyataan di lapangan kerap berbeda. Tidak sedikit jalan rabat beton yang baru selesai dibangun sudah mengalami kerusakan, bahkan sebelum digunakan secara maksimal. Seperti yang terjadi di Dusun Pd Masaran, Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Jalan rabat beton yang berada di dekat area pemakaman dan menjadi akses utama anak-anak menuju sekolah dasar tersebut kini sudah terlihat retak-retak, padahal pembangunannya baru saja rampung.
Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat.
Warga menilai, apabila sejak awal sudah muncul retakan, dikhawatirkan jalan tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi cepat rusak.
Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kerusakan dini juga menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan serta pengawasan proyek di lapangan.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan evaluasi agar kerusakan tidak semakin parah, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur desa benar-benar sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan, demi kepentingan dan keselamatan bersama.
Bersambung....
(Rd/Rf)

