Sampang – Dalam tradisi masyarakat Madura, peringatan satu tahun wafat seseorang dikenal dengan istilah “Nyewu”. Tradisi ini kembali digelar untuk mengenang almarhum Yai Emberiti, yang telah genap satu tahun berpulang.
Acara selamatan tersebut dilaksanakan di kediaman keluarga besar di Kampung Sorak, Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan keluarga, kerabat, dan warga sekitar untuk mendoakan almarhum serta mempererat tali silaturahmi.
Umumnya, rangkaian acara “Nyewu” diisi dengan pembacaan doa bersama, tahlilan, pembacaan Surat Yasin, serta ayat-ayat suci Al-Qur’an lainnya.
Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi wasilah kebaikan bagi almarhum di alam kubur, sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Bagi masyarakat Madura, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghormatan dan bakti kepada orang yang telah mendahului. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan tampak kental dalam setiap pelaksanaannya.
Dengan digelarnya “Nyewu” ini,
keluarga besar Yai Emberiti berharap doa yang dipanjatkan membawa keberkahan serta menjadi pengingat bagi semua tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan memperbanyak amal kebaikan.
(Ridoi)
