Surabaya,-Terkini69News.id – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus santunan bagi anak yatim piatu yang diselenggarakan oleh Lurah Ujung, Wahyudi, di Aula Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Semampir. Turut hadir pula Lurah Ampel, Lurah Pegirian, Lurah Sidotopo, Ketua LPMK Ujung, KSH, Ketua PKK Ujung, Babinsa Ujung, Bhabinkamtibmas Ujung, para Ketua RW se-Kelurahan Ujung, serta anak-anak yatim piatu.
Dalam sambutannya, Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
“Alhamdulillah, pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini kita dapat kembali berkumpul seperti tahun sebelumnya untuk memperingati Nuzulul Qur’an sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.
Semoga kebersamaan seperti ini terus kita jaga dan menjadi bagian dari budaya kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Wahyudi saat diwawancarai jurnalis media Terkini69News.
Ia menambahkan, kegiatan santunan kepada anak-anak yatim juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, setiap orang memiliki kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
“Kepedulian seperti inilah yang perlu terus kita pelihara. Anak-anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan secara materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, serta doa agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan membanggakan,” lanjutnya.
Selain memperingati Nuzulul Qur’an dan doa bersama anak yatim piatu, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustaz H. Sutiyarso sebelum waktu berbuka puasa.
Pada kesempatan itu, Wahyudi berharap kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat semakin kuat.
(SLH)
