SAMPANG,-TERKINI69NEW.ID,-Bulan Rabiul Awal menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Setiap daerah memiliki tradisi tersendiri dalam menyemarakkan Maulid Nabi, termasuk masyarakat Madura, Jawa Timur.
Salah satunya terlihat di Dusun Sorak, Desa Beringin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Di wilayah tersebut, peringatan Maulid Nabi menjadi tradisi yang dinantikan masyarakat, termasuk anak-anak yang berbondong-bondong hadir mengikuti rangkaian kegiatan.(22/8/26).
Di Madura, tradisi Maulid Nabi dikenal berlangsung dalam suasana kebersamaan. Peringatan tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari, tetapi dapat berlangsung selama sebulan penuh secara bergantian dari satu rumah ke rumah lainnya.
Setiap tuan rumah menyiapkan hidangan makanan dan minuman untuk para tamu yang hadir. Salah satu minuman yang turut disajikan adalah Teh Pucuk. Suasana kebersamaan semakin terasa karena warga saling berkunjung dan bersilaturahmi.
Kegiatan biasanya dimulai sejak pagi hingga malam hari. Rumah-rumah kiyai Ismail kiyai Kurdi kiyai Mantuan Dheni, para guru, ustaz, serta warga ramai dipenuhi masyarakat yang mengikuti pembacaan shalawat dan berbagai lantunan keagamaan.
Beragam bacaan turut dilantunkan, mulai dari Diba’i, Barzanji, Simthud Durar, hingga shalawat lainnya. Suara lantunan tersebut menggema di tengah permukiman warga dan menjadi bagian dari semarak Maulid Nabi di Dusun Sorak.
Kehadiran anak-anak dalam kegiatan tersebut juga menjadi pemandangan tersendiri. Mereka ikut meramaikan acara sekaligus mengenal dan menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Bagi masyarakat setempat, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjaga tradisi dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Madura.
(RIDOI KABIRO SAMPANG/RED)
