Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Jual Miras Ilegal, Cafe Raja Laut Pasareman, Kamal,Kebal Hukum

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T22:26:20Z



Bangkalan,–Sebuah kafe raja laut di kawasan Pasareman, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, diduga masih bebas menjual minuman beralkohol (miras) ilegal tanpa izin. Cafe yang dikenal dengan nama Raja Laut itu disebut beroperasi terang-terangan, meski larangan peredaran miras telah diatur secara tegas dalam Perda Nomor 27 Tahun 2025.



Ironisnya, hingga Jumat (31/1/2026), aktivitas penjualan miras di lokasi tersebut masih berlangsung tanpa tindakan berarti dari aparat penegak hukum maupun penegak perda. Kondisi ini memunculkan kekecewaan publik dan menimbulkan kesan hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas.


Berdasarkan pantauan di lapangan, berbagai jenis arak dijual dengan botol bertutup hitam yang menandakan perbedaan kadar alkohol. Sejumlah minuman tersebut juga diduga tidak memiliki label bea cukai, menguatkan dugaan bahwa miras tersebut merupakan produk oplosan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Kalau tempat seperti itu dibiarkan, generasi muda Kamal bisa rusak. Anak-anak mudah terpengaruh. Tapi anehnya, aparat terkesan diam,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.


Sikap diam oknum aparat ini memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Warga menduga adanya beckup dari oknum aparat kepolisian, sehingga usaha ilegal tersebut terkesan kebal hukum. Dugaan ini semakin menguat karena di sisi lain, pelaku usaha kecil kerap ditindak hanya karena persoalan perizinan, sementara kafe tersebut tetap beroperasi bebas.


Jika dugaan tersebut benar, maka hal itu bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru diduga membiarkan bahkan melindungi praktik melanggar hukum.
Pembiaran peredaran miras ilegal ini dinilai tidak hanya mencoreng citra institusi, tetapi juga mengancam masa depan moral generasi muda Kamal. Di tengah meningkatnya kriminalitas yang kerap dipicu konsumsi miras, publik mempertanyakan kehadiran negara ketika hukum dilanggar secara terang-terangan.


Hingga berita ini diterbitkan, masih mencari informasi, oleh warga setempat Kamal hanya menyampaikan bahwa dirinya sedang dalam kesibukan kerja dan tetapi katanya setiap hari cafe tersebut buat minuman secara terbuka,






Publik kini menunggu langkah nyata aparat penegak hukum. Akankah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru berhenti di depan pintu kafe yang diduga berada di balik bayang-bayang kekuasaan?



Bersambung....

(Red)

×
Berita Terbaru Update